Pengertian
Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP
adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai, pesan atau pernyataan antar objek. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode).
Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis, warna, panjang dan lain-lain.
File: Pensil.java
class Pensil {
//membuat attribut
String jenis,warna;
int panjang;
}
File: PensilBeraksi.java
public class SifatPensil {
public static void main(String[] args) {
// membuat objek
Pensil pensilku = new Pensil();
//memanggil attribut dan memberi nilai
pensilku.jenis=”Pensil 2B”;
pensilku.warna=”Hijau”;
pensilku.panjang=20;
System.out.println(“Jenis : “+pensilku.jenis);
System.out.println(“Warna : “+pensilku.warna);
System.out.println(“Panjang : “+pensilku.panjang+” cm”);
}
}
Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan, digunakan dan lain-lain.
File Pensil2.java
class Pensil2 {
//buat methode
void runcingPensil(){
System.out.println(“Runcingkan Pensil”);
}
void gunaPensil(){
System.out.println(“Menulis di atas kertas”);
}
void simpanPensil(){
System.out.println(“Simpan pensil di dalam tas”);
}
}
File: PensilBeraksi.java
public class PensilBeraksi {
public static void main(String[] args) {
// buat objek
Pensil2 pensilkuBeraksi = new Pensil2();
//panggil methode
pensilkuBeraksi.runcingPensil();
pensilkuBeraksi.gunaPensil();
pensilkuBeraksi.simpanPensil();
}
}
Keuntungan Penggunaan OOP
OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata, seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut.
b. Modular
Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain, seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil, kelompok buku dan lain-lain.
c. Mudah diperbaharui
Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public, maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public.
d. Dapat didaur ulang
Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis, bentuk, ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya, jendelanya, atapnya, temboknya dan lian-lain, dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masing-masing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya, ketebalannya, warna catnya dan lain-lain.
source: http://sdalis.wordpress.com/2008/12/22/tentang-oop/
1. OBJECT-ORIENTED PROGRAMMING (OOP)
Pemrograman berorientasi objek (OOP) merupakan
metode yang paling populer dalam dunia rekayasa perangkat lunak saat ini. OOP membuat proses pengembangan perangkat lunak
dapat dilakukan secara modular yang berarti sistem dapat dikembangkan tahap
demi tahap tanpa mengubah (banyak) fondasi perangkat lunak yang sudah ada.
Object-Oriented
Programming adalah sebuah
pendekatan untuk pengembangan / development suatu software dimana dalam
struktur software tersebut didasarkan kepada interaksi object dalam
penyelesaian suatu proses/tugas. Interaksi tersebut mengambil form dari
pesan-pesan dan mengirimkannya kembali antar object tersebut. Object akan
merespon pesan tersebut menjadi sebuah tindakan /action atau metode. Jika kita
mencoba melihat bagaimana tugas disekitar kita diselesaikan, kita akan
mengetahui bahwa kita berinteraksi dalam sebuah object-oriented world. Jika
akan bepergian kita pasti berinteraksi dengan object mobil. Sebagai sebuah
object, mobil berisi object-object lain yang berinteraksi untuk melakukan
tugasnya membawa kita.
Pemrograman Berbasis Obyek :
1. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang
disebut obyek
2. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif
3.Cara pandang : program bukan urut-urutan
instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk
menyelesaikan masalah
Karakteristik OOP
Suatu program disebut dengan pemrograman berbasis
obyek (OOP) karena terdapat :
1.Encapsulation (pembungkusan)
2.Inheritance (pewarisan)
3.Polymorphism (polimorfisme – perbedaan bentuk)
2. Inheritance
Banyak objects diklasifikasikan menurut hirarki.
Contoh, kamu dapat mengklasifikasikan sebuah mobil yang mempunyai karakteristik
umumnya mobil, seperti mempunyai ban, mesin, serta body. Keturunan berikutnya
diklasifikasikan dengan atribut umum seperti ukuran, jumlah roda, isi silinder
dll atau mengklasifikasikan mereka atas dasar daya angkutnya. Contoh, ada kendaraan
komersial atau kendaraan pribadi, ada truk atau mobil penumpang. Kamu
menggunakan inheritance dalam OOP untuk mengklasifikasikan objects dalam
program sesuai karakteristik umum dan fungsinya.
1.Sebuah class bisa mewariskan atribut dan method-nya ke class yang
lain
2.Class yang mewarisi disebut superclass
3.Class yang diberi warisan disebut subclass
4.Sebuah subclass bisa mewariskan atau berlaku sebagai superclass
bagi class yang lain => disebut multilevel inheritance.
Contoh Pewarisan
1.Class Nenek adalah superclass dari class Ibu
2.Class Ibu adalah superclass dari class Anak
3.Sebuah subclass memiliki beberapa kesamaan
dengan superclass-nya, dalam hal atribut/variabel dan method yang dimilikinya
4.Contoh pewarisan yang lain : class kendaraan
merupakan superclass bagi class mobil, truk dan bis
Keuntungan Penggunaan Pewarisan
1.Subclass memiliki atribut dan method yang
spesifik yang membedakannya dengan superclass, meskipun keduanya mirip (dalam
hal kesamaan atribut dan method)
2.Dengan demikian pada pembuatan subclass,
programmer bisa menggunakan ulang source code dari superclass yang ada =>
ini yang disebut dengan istilah reuse.
3.Class-class yang didefinisikan dengan atribut dan method yang
bersifat umum yang berlaku baik pada superclass maupun subclass disebut dengan
abstract class
3. Polymorphism
Polymorphism adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk
merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya
melatih anjing saya dengan perintah untuk menggonggong dan juga saya melatih
burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka
dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung
akan merespon dengan gonggongan atau kicauan.
4. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana
tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika kamu ingin
mendapat data, kamu harus berinteraksi dengan object yang bertanggung jawab atas
dara tersebut. Dalam contoh inventory, jika kita ingin melihat atau mengupdate
informasi atas produk, kita seharusnya bekerja melalui object produk. Untuk
membaca data, kita mengirimkan pesan ke object produk, kemudian object produk
akan membaca pesan dan mengirim pesan balik ke kamu.
1.Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus
agar terlindungi
2.Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah
dibungkus tadi perlu interface
3.Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses
terhadapnya bisa ditentukan.
4.Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan
perluasan dari tipe data struktur
Contoh Program
Siapkan form berikut :

Form1 Caption : ”Selamat Datang”
Label1 Caption : ”Siapa Nama Anda”
Edit1 Text : ”” (kosong)
Button1 Caption : ”Ok”
Label2 Caption :
”” (kosong)
Skema Program :
Ketika mengklik Button1, Label2 caption nya akan terisi sesuai text yang
kita inputkan di Edit1.
List Program :
void __fastcall
TForm1::Button1Click(TObject *Sender)
{
Label2->Caption=Edit1->Text;
}
Maka Hasilnya :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar